Prinsip Dasar Animasi 3D

10 Aug , 2018 daftar poker,poker domino,poker online,situs judi online

65% orang dianggap pelajar visual. Ini mudah dimengerti mengingat sebagian besar informasi (90%) yang ditransmisikan ke otak bersifat visual. Ini juga mentransmisikan informasi visual jauh lebih cepat (60.000 kali lebih cepat) daripada teks. Oleh karena itu tidak mengherankan bahwa video adalah media paling populer untuk komunikasi dan keterlibatan yang saat ini tersedia secara online.

Kebangkitan Animasi 3D

Semakin sulit bagi merek untuk memotong kebisingan dan menyampaikan pesan mereka ke khalayak target mereka. Ada begitu banyak video yang tersedia online hari ini. Anda harus memiliki sesuatu yang ekstra untuk diperhatikan. Di sinilah konten 3D animasi masuk.

Konten audiovisual animasi telah terbukti sangat efektif dalam mempengaruhi pilihan konsumen di tahap akhir dari perjalanan pembelian mereka. Ada beberapa alasan bahwa jenis konten ini lebih efektif daripada visual lainnya.

  1. Video animasi efektif untuk meraih dan menjaga perhatian pemirsa. Mereka beresonansi dengan pemirsa dan memicu percakapan di antara penonton.

  2. Merek lebih mampu menyederhanakan topik rumit melalui animasi. Anda dapat menunjukkan berbagai konsep menggunakan simulasi 3D yang tidak mungkin dilakukan dengan visual lainnya.

  3. Visualisasi adalah cara ampuh untuk menyampaikan teknologi atau produk dan menunjukkan fitur dan manfaatnya.

  4. Mereka menyenangkan.

  5. Mereka bisa tentang apa saja.

  6. Mereka hemat biaya untuk diproduksi.

Prinsip untuk Animasi 3D yang sukses

Hanya karena konten audiovisual animasi yang begitu populer tidak berarti bahwa simulasi video eksplan Anda akan menjadi hit instan dengan audiens Anda. Ada berbagai panduan untuk dipertimbangkan dalam produksi konten audiovisual untuk memastikan keberhasilannya.

  1. Kualitas dan Animasi Fotorealistik- Membuat animasi 3D yang berkualitas sangat penting untuk memberikan nuansa fotorealistik yang membuatnya hidup. Ini membutuhkan lebih banyak detail, perhatian pada pencahayaan dan menggunakan material yang realistis dan bahkan menambahkan pantulan pada permukaan objek.
  2. Antisipasi – Prinsip ini membantu pemirsa mengharapkan gerakan bahkan sebelum itu terjadi, misalnya, tumit kaki karakter menekan tanah sebelum mengambil langkah. Antisipasi membantu mencegah animasi konten audiovisual agar tidak muncul terlalu robotik.
  3. Ketinggian – Ini digunakan dalam animasi untuk memberi lebih banyak energi kepada para karakter. Ketinggian, misalnya, dapat digunakan dalam pose untuk menarik perhatian pada apa yang dilakukan karakter.
  4. Pementasan – Prinsip ini melibatkan penempatan objek dan karakter dalam video. Ini membantu penonton untuk memahami narasi dan peran karakter di dalamnya. Ini melibatkan pengaturan waktu, pengaturan, dan sinematografi.
  5. Pengaturan waktu – Pengaturan waktu sangat penting karena menentukan seberapa cepat gambar bergerak dan berapa lama mereka tetap berada di dalam video animasi. Mempercepat sesuatu dapat membantu menciptakan rasa energi, cahaya, atau kecepatan. Memperlambat sesuatu memberi kesan gravitasi, massa, dan menambah bobot pada gambar.
  6. Gambar padat – Ini adalah prinsip yang digunakan untuk membuat gambar tampak seolah-olah tiga dimensi meskipun telah dibuat pada permukaan dua dimensi. Prinsip ini memberi bobot, keseimbangan, dan kedalaman pada gambar.

, , ,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *